Home / Berita Umum / Putusan Ini Seketika Bikin Kaget. Nuril Cuma Dapat Menangis Mendengarnya

Putusan Ini Seketika Bikin Kaget. Nuril Cuma Dapat Menangis Mendengarnya

Putusan Ini Seketika Bikin Kaget. Nuril Cuma Dapat Menangis Mendengarnya – Staf honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril cuma dapat menangis. Dikarenakan vonis bebas PN Mataram dihentikan Mahkamah Agung (MA) berubah menjadi 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta.

” Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh sebab itu dengan pidana penjara sepanjang 6 bulan serta pidana denda beberapa Rp 500 juta, ” kata hakim agung Sri Murwahyuni, dengan anggota majelis hakim agung Maruap Dohmatiga Pasaribu, serta hakim agung Eddy Army sama seperti dilansir detikcom dari situs MA, Rabu (14/11/2018) .
Bacalah juga : Suami Kaget Baiq Nuril Divonis 6 Bulan Penjara

Majelis kasasi merasa tindakan Baiq Nuril yg merekam penuturan mesum atasannya yang Kepsek, melanggar UU ITE. Putusan kasasi ini menghentikan putusan awal kalinya yg membebaskan Baiq Nuril.

” Terdakwa Baiq Nuril Maknun tercantum di atas bisa dibuktikan dengan cara resmi serta menekankan bersalah mengerjakan tindak pidana tiada hak mendistribusikan serta atau mentransmisikan serta atau bikin bisa diaksesnya kabar elektronik serta atau dokumen elektronik yg punyai muatan yg melanggar kesusilaan, ” kata majelis.

Putusan ini seketika bikin kaget. Nuril cuma dapat menangis mendengarnya.

” Menakjubkan. Dan saya saja, boro-boro pengin bayar denda 500 juta, buat kebutuhan anak saja udah seperti berikut. Buat keperluann sekolah apakah. Ini lantas buat kepentingan sesehari saja tetap kurang, ” kata Nuril sembari menangis kala dijumpai dalam rumah sederhananya di Mataram.
Bacalah juga : Perkara Rekaman Telpon Mesum, Kemkominfo : Nuril Dilecehkan Atasannya

Berita putusan MA itu didapati Nuril serta keluarganya pada Jumat (9/11) sore dalam kelompok social media #SaveIbuNuril. Saat ini suami Nuril, Isnaini cuma dapat pasrah.

” Istri saya kan korban pelecehan seksual lantaran si kepala sekolah kerap ceritakan langkahnya terjalin tubuh, ” ujar Isnaini.

Putusan ini pun bikin Komnas Wanita kaget. Dia menilainya putusan itu kurang pas. Komnas Wanita mengemukakan MA harusnya menempatkan Ketetapan MA nomer 3 tahun 2017.

” PERMA berubah menjadi petunjuk untuk hakim dalam implementasi Cedaw dalam usaha peniadaan diskriminasi pada wanita. Bab bagaimana hakim memanfaatkan perspektif HAM serta gender dalam pengecekan wanita berhadap-hadapan dengan hukum, ” kata komisioner Komnas Wanita Nurherawati.
Bacalah juga : Ini Maksud Staf SMAN 7 Mataram Rekam Telpon Mesum Atasannya

Namun di mata Komisi I DPR yg mengepalai bidang telekomunikasi, putusan MA itu udah pas. Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilainya yg dilaksanakan Nuril itu memang salah.

” Dimana lantas memberikan itu gak bisa namun langkahnya aparat punyai kewenangan yg menindak itu. Laporkan saja ke aparat hukum jangan sampai melakukan tindakan sendiri. Coba itu dilaporkan polisi, polisi yg nangkap usai, ” papar Abdul yang anggota Fraksi PKS.

Terus bagaimana dengan Kepsek yg berperilaku mesum? Dia nyata-nyatanya naik jabatan.

” Ia (M) saat ini bawahan saya jadi Kepala Sektor Kepemudaan di Dispora Kota Mataram

About admin