Home / Berita Umum / Menhub Meminta Angkot Harus Ber AC

Menhub Meminta Angkot Harus Ber AC

Menhub Meminta Angkot Harus Ber AC – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memohon supaya semua angkutan kota (angkot) bisa tingkatkan kenyamanan untuk pemakai layanan, misalnya sediakan pendingin udara (Air Conditioner/AC) pada th. 2018.

Hal tersebut terdaftar pasa Ketentuan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 29 Th. 2015 mengenai Baku Service Minimum Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, salah hanya satu angkot.

” Kita menginginkan mendorong angkutan umum jadi angkutan paling utama. Angkutan umum juga akan disukai apabila level of servicenya bagus. PM 29 memanglah di buat 2015, diberlakukannya 2018, sangat lama. Kami menginginkan level of service itu dikerjakan selekasnya, ” kata Budi Karya di lokasi Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/7/2017).

Terkecuali penambahan sarana, Budi Karya juga memohon supaya angkot bisa tingkatkan keadaan keamanan untuk beberapa pemakai layanan. Pasalnya, kata Budi, sekarang ini banyak angkot yang masih tetap meremehkan segi keselamatan serta keamanan untuk penumpang.

” Hal-hal lain yaitu level of safety, kita ketahui banyak angkot beberapa juga kurang penuhi. Berbarengan dengan adanya ini kami menginginkan mereka memerhatikan itu. Berarti pak Dirjen Darat juga akan mengemukakan pada semuanya pihak supaya semuanya dipenuhi, seperti rem, klakson, sabuk pengaman, ini yg juga akan kita kerjakan. Agar angkutan umum safetynya bagus juga, ” terangnya.

Selanjutnya Budi Karya menyebutkan, hal tersebut butuh dikerjakan supaya orang-orang yang sampai kini memakai kendaraan pribadi bisa berpindah memakai angkutan umum.

” Bila semuanya ber-AC jadi yang sampai kini gunakan mobil pribadi dapat geser memakai angkot, ” tuturnya.

Sesaat untuk problem tarif, dianya menyebutkan juga akan dikerjakan penyesuaian selanjutnya. Nanti semuanya aspek juga akan jadi perhitungan dalam memastikan tarif angkutan yang mempunyai sarana lebih di banding yang umum.

” Tarif sesuaikan, karna dalam mengkalkulasi tarif, kita ada seperti harga pokok. Itu terbagi dalam, nya ialah kendaraannya sendiri. Ke-2 ini seperti investasi, ada OPEC yang mencakup sparepart, bensin, ada ban, upah pegawai dsb. Umumnya bila gunakan AC kan lebih banyak bahan bakarnya, jadi tentu ada penyesuaian sedikit, ” terangnya

(aik/dnu)

About admin